Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

7 Informasi Salah Kira Perihal Makanan

Chuwee.xyz - Banyak sekali informasi makanan sehat yang beredar di luaran sana. Tetapi, rupanya ada juga informasi yang salah, malah tak terbukti kebenarannya. Dibawah ini merupakan 7 informasi makanan yang tak perlu kamu percayai!

1. Telor itu Tak Sehat!

Takut kolestrol naik gara-gara telor? Tak perlu khawatir, hasil penelitian menceritakan bahwa telor membantu menaikkan kolestrol baik yang bermanfaat untuk tubuh dan tak menyebabkan penyakit jantung.

Makanan yang kaya akan kandungan nutrisi ini justru akan memberikan antioksidan yang melindungi tubuh serta mata kita. Apalagi buat yang sedang diet, sarapan telor akan membantu menurunkan berat badan anda dengan signifikan! Coba deh!

2. Hindari Lemak Jenuh!

Kerap resah untuk makan makanan yang ada di atas? Tidak perlu resah lagi, sebab menurut penelitian terkini, lemak jenuh ini tak menyebabkan penyakit jantung.

Malahan banyak memakan makanan alami yang mengandung banyak lemak jenuh bagus untuk tubuh sebab makanan ini merubah HDL (kolestrol baik) dan menurunkan LDL (kolestrol jahat) di dalam tubuh. So, jangan salah lagi ya?!

3. Perbanyaklah Biji-Bijian!

Banyak informasi yang menceritakan bahwa diet terbaik ialah diet yang berbasiskan biji-bijian. Rupanya hal ini tak sepenuhnya benar, sebab gizi yang dikandung oleh biji-bijian kurang komplit, malahan cuma sedikit bila diperbandingkan dengan sayuran.

Apalagi biji-bijian seperti gandum, mengandung asam phytic yaitu senyawa yang menghalangi peresapan gizi makanan. Gandum juga familiar dengan kandungan glutennya yang cukup tinggi.

Gluten ini sering kali menyebakan bermacam persoalan kesehatan seperti alergi, kelelahan, bloating, malahan ditengarai berkaitan dengan kelainan otak seperti schizophrenia dan cerebellar ataxia. Masih ingin cuma makan biji-bijian?

4. Terlalu Banyak Protein Tak Sehat Untuk Tulang dan Ginjal

Banyak studi yang membetulkan kalau makanan kaya protein mempercepat pengeluaran kalsium dalam tulang. Hal ini terjadi dalam rentang pendek, tetapi hal sebaliknya berlangsung dalam rentang panjang. Dalam rentang panjang protein bahkan membantu kesehatan tulang dan memperkecil resiko osteoporosis.

Protein juga tak menyebabkan gagal ginjal seperti yang selama ini kerap kali diberitakan. Dua penyebab utama yang menyebabkan penyakit gagal ginjal ialah diabetes dan tekanan darah tinggi. Dan mengonsumsi makanan kaya protein akan membantu untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan mengurangi resiko diabetes. Mulai perbanyak lauk di menu makanmu ya?!

5. Konsumsilah Makanan Rendah Lemak!

Jangan sering kali tertipu dengan produk makanan yang memakai iming-iming rendah lemak. Makanan nikmat pasti mengandung lemak, tanpa lemak makanan itu akan terasa hambar.

Sebab itu hati -hatilah dengan produk rendah lemak sebab bisa jadi di dalam produk hal yang demikian justru terdapat gula yang berkalori tinggi, maupun pemanis buatan sebagai substitusi lemak dalam produk hal yang demikian.

Nah, zat-zat ini yang menyebabkan beragam penyakit pada kita, seperti obesistas, gangguan metabolisme, diabetes, penyakit jantung, kelahiran prematur, bahkan depresi. Semoga kita lebih hati-hati lagi ya?!

6. Makanlah Sepanjang Hari dengan Porsi Kecil

Pernah dengar informasi yang menceritakan makanlah dengan frekuensi yang lebih sering, tetapi dengan porsi yang lebih kecil untuk meningkatkan metabolisme tubuh? Yah, sayangnya informasi ini tak terbukti secara ilmiah.

Makan dengan frekuensi yang terlalu sering membikin kita berada dalam kondisi selalu kenyang. Kondisi ini bukanlah kondisi alami untuk tubuh, malah bisa berbahaya bagi tubuh kita. Hal ini disebabkan karena pada ketika kita dalam kondisi tak makan tubuh kita mengerjakan pembersihan kotoran dalam tubuh kita.

Beberapa studi pun menceritakan bahwa persentase resiko untuk mengidap kanker usus besar meningkat sampai 90% bagi mereka yang makan 4 kali sehari dibandingi dengan yang makan 2 kali sehari.

7. Diet Rendah Karbohidrat itu Berbahaya

Apabila selama ini Anda diet rendah lemak, dan belum menerima hasilnya, mungkin sekaranglah saatnya beralih ke diet rendah karbohidrat. Jangan percaya bahwa diet rendah karbohidrat itu membahayakan bagi kita sebab karbohidrat merupakan sumber energi utama.

Hasil yang diterangkan dari sebagian orang yang menjalankan diet rendah karbohidrat antara lain yakni bahwa mereka sukses menurunkan lemak tubuh mereka padahal mereka dibolehkan untuk makan sebanyak yang mereka ingin, menurunkan tekanan darah secara signifikan serta menaikan HDL (kolestrol baik) dalam tubuh.

Nah, ada yang berencana untuk merubah dietnya?