Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Masih Malas Olahraga? Berkacalah Pada Orang Ini


Chuwee.xyz - Untuk mereka yang malas serta sering saja memiliki alibi buat olahraga, maka bersiaplah buat merasa malu di hadapan orang ini.

Gambar di atas ialah Brendan Ferreira, mantan atlit motorcross serta pensiunan U.S Army yang baru saja menuntaskan kompetisi fitness, CrossFit Games Open. Apa yang istimewa dari seseorang pelatih kebugaran di CrossFit Seekonk Massacutes ini?


Jawabannya yakni tekad baja serta pantang menyerah yang dimilikinya. Keikutsertaannya dalam CrossFit Games Open berawal dari pertanyaan yang diajukan oleh anggota kebugarannya, akankah ia turut dalam kompetisi tersebut. Merasa tertantang, ia bersama 40 orang lebih anggota setelah itu mendaftarkan diri dalam kompetisi tersebut. Meski harus mengganti beberapa gerakannya, tekadnya untuk mengenakan beban seperti yang sudah ditetapkan tetap tidak tergoyahkan.



Brendan sendiri mulai tertarik buat bergabung jadi tentara sehabis lulus dari SMA.“ Jadi tentara merupakan mimpi serta segalanya yang kuharapkan.” ucapnya.“ Bawa senapan, naik turun gunung, melakukan pengamatan diam-diam dan perang ialah mimpi untuk sebagian besar prajurit, tetapi mimpi itu dapat saja berganti jadi mimpi kurang baik” lanjutnya.

Mimpi buruknya diawali pada tanggal 9 Maret 2010, dimana pada saat itu ada seseorang prajurit afganistan yang menyerangnya dengan bom bunuh diri. Ledakan yang nampak sampai 3 mil tersebut melemparkan Brendan setinggi 4 meter. Brendan yang tidak kehabisan kesadarannya berupaya buat bangkit, disaat seperti itu ia baru menyadari jika nyatanya tangan kirinya lenyap, sedangkan waktu evakuasi terhadapnya memerlukan waktu 15 menit.


Akibat serbuan ini Brendan harus kehilangan tangan kirinya, kehilangan penglihatan serta setengah pendengarannya, serta tulang mukanya mengalami retak parah. 45 kali operasi cuma dalam jangka 2 bulan dilakukan buat menyembuhkan luka-lukanya ini.

Kesedihan akibat luka-luka ini mulai menyapa Brendan dikala ia didiagnosa harus kehilangan kaki kirinya. “Saya mulai kehabisan selera makan, mengabaikan janji temu, mulai merokok, serta minum minuman keras. Saya nampak riang, sementara itu saya sangat tertekan” ucapnya.

Dalam perawatannya di Walter Reed National Military Medical Center, Brendan berkenalan dengan Elise McDougle, dokter perang yang setelah itu jadi istrinya. Ia bersama Elise setelah itu kembali ke Massacutes, Amerika Serikat.

Berkat Eliselah kehidupan Brendan membaik, apalagi Elise yang setelah itu mengenalkan serta memohon Brendan buat bergabung dalam CrossFit.