Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sinopsis C-Drama : Summer Again Episode 22

 

Sinopsis C-Drama : Summer Again Episode 22



Waktu terus berlalu dan tidak terasa, mereka sudah menerima raport tengah semester saja. Dan seperti drama sekolah Chinese biasanya, peringkat seluruh siswa di pajang di mading sekolah. Wei Ze mendapat peringkat 1 untuk kelas , sementara Xiao Wan untuk kelas 2. Wei Ze memujinya hebat karena mendapat peringkat 1 lagi. Xiao Wan merendah kalau nilainya masih jauh jika dibandingkan dengan Wei Ze. Eh, nggak disangka, obrolan mereka cukup nyambung. Wei Ze sampai mau meminjamkan catatannya saat kelas 2 di Dacheng.  

-SUMMER AGAIN-


Kedekatan mereka itu, kelihatan sama Tong Xi dan Tao Zhu. Dan tentu saja, jadi bahan gosip. Tao Zhu menilai kalau Xiao Wan dengan Wei Ze, jauh lebih cocok jika dibandingkan Tong Xi dengan Wei Ze.



Hubungan Yi Ming dengan Tao Zhu masih baik, tapi setiap kali Jieping muncul, Tao Zhu akan menghindar dan pergi duluan. Dia ingin memberikan waktu bagi Yi Ming dan Jieping. Yi Ming memang senang karena Jieping suka padanya, tapi, tetap saja, dia lebih nyaman saat bersama Tao Zhu. Jika bersama Jieping, dia terus saja berusaha menjaga sikap dan tidak bisa bersikap seperti dirinya apa adanya.




Rapat orang tua murid juga akan diadakan. Xiao Wan untuk pertama kalinya, ingin orangtuanya datang ke rapat ini. Dulu, saat SMP, dia nggak akan memberitahukan rapat ini pada orangtuanya, soalnya, ayahnya tidak peduli padanya dan ibunya terlalu takut datang karena khawatir akan mempermalukannya. Namun, sekarang berbeda. Dia ingin orang tuanya datang dan memahami kehidupan sekolahnya sehingga mereka akan lebih paham mengenai impiannya. Mendengar ceritanya, Ke Er memujinya sekarang jauh lebih aktif dan percaya diri. Dia yakin, suatu saat, orang tua Xiao Wan akan bangga punya putri seperti Xiao Wan.



Nan Yi juga menelpon orang tua asuhnya untuk datang ke rapat orang tua murid. Ayahnya mengiyakan. Setelah telepon selesai, Ibu langsung menegur ayah karna sudah berbohong pada Nan Yi. Soalnya, Ibu Kandung Nan Yi sudah menelpon ke mereka dan bilang kalau dia yang besok akan ke sekolah Nan Yi. Jika ayah berbohong seperti ini, Nan Yi akan marah saat melihat Ibu Kandungnya yang datang. Apa ayah nggak ingat saat kecil mereka tidak memberitahu Nan Yi kebenaran mengenai Ibu Kandungnya dan saat Ibunya mendadak muncul untu kmembawanya pergi, Nan Yi jadi sangat marah dan akhirnya pergi dari rumah mereka.

Ayah mempunyai pendapat lain. Menurutnya, ini saat yang tepat membiarkan Nan Yi bicara dengan Ibu kandungnya.

--



Hari baru,

Dan sama seperti yang diprediksi ibu asuhnya kemarin, Nan Yi sangat marah saat tahu ayah asuhnya datang bersama Ibu Kandungnya menemui guru Jia. Apalagi, tujuan ibunya datang untuk memindahkan Nan Yi ke SMA Nanhai, padahal kemarin Nan Yi udah bilang kalau dia nggak mau pindah. Suara marah Nan Yi terdengar hingga ke dalam kelas, dimana Tong Xi dan Tao Zhu sedang menghias papan tulis. Ini pertama kalinya mereka melihat Nan Yi begitu marah.

Nan Yi mengingatkan kalau dulu Ibunya yang menelentarkannya dan sekarang mau membawanya lagi tanpa persetujuannya. Dia anggap apa dirinya ini? Jangan menggangunya. Dalam hidupnya ini, dia tidak membutuhkan Ibu kandungnya!


Begitu mengatakan semua perasaannya, Nan Yi langsung pergi. Tong Xi yang melihat itu segera mengejarnya. Dia ingin apa yang terjadi. Dia beneran khawatir karena Nan Yi begitu emosi. Dan juga, bukankah Nan Yi udah bilang tidak akan menyembunyikan apapun darinya lagi. Akhirnya, Nan Yi pun mau menceritakan rahasianya selama ini.


Dan setelah lebih tenang, Nan Yi kembali ke sekolah menemui Guru Jia untuk meminta maaf atas sikapnya tadi. Guru Jia tidak masalah karena dia juga sudah tahu mengenai garis besar masalah keluarga Nan Yi. Dia juga sudah dengar kalau Nan Yi selama ini tinggal sendirian. Dia juga merasa bersalah karena selama in inggak tahu kalau Nan Yi tinggal sendirian. Hanya saja, dia menyarankan agar Nan Yi membicarakan masalahnya ini dengan orang tuanya sebelum membuat keputusan.



Sementara itu, Yi Ming dan Tao Zhu berkumpul di Dalanxiang begitu tahu Nan Yi sedang punya masalah. Kak Mi Ya yang tahu masalah Nan Yi, juga bingung harus menjelaskan bagaimana pada mereka. Eh, kirain dia sedih karena masalah Nan Yi, ternyata karena Andre. Andre bilang akan menemuinya bulan ini, tapi ternyata surat izin pesawatnya sudah kadarluwasa sehingga dia nggak bisa datang. Yi Ming dan Tao Zhu yang nggak mengerti masalah begituan, juga nggak bisa membantu banyak.



Karena memikirkan masalah Nan Yi, Tong Xi sampai nggak fokus menari dan dimarahi guru Xu. Baru juga selesai kelas menari,  dia mendapat telepon dari Ibu kandung Nan Yi yang mengajaknya bertemu. Ibu kandung Nan Yi mendengar kalau Tong Xi adalah teman dekat Nan Yi, makanya menghubunginya. Dia ingin Nan Yi pindah sekolah untuk mengembangkan bakatnya. Dan untuk itu, dia ingin Tong Xi membujuk Nan Yi. Dia tidak mau perasaan Nan Yi padanya membuatnya kehilangan masa depan.


Mendengar permintaan Ibu kandung Nan Yi, Tong Xi jadi jengkel. Dia sudah dengar dari Nan Yi kalau ibunya meninggalkannya saat kecil dan sekarang baru menemuinya. Selama bertahun-tahun, yang diberikan Ibu Nan Yi pada Nan Yi hanyalah buku tabungan. Tapi, Nan Yi pun tidak pernah menyentuh uang itu. Untuk biaya sekolah dan hidup, Nan Yi mencari uang sendiri melalui bekerja dan menggambar. Dan sekarang, Ibu kandung Nan Yi memintanya menasehati, bagaimana bisa?


Ibu menjawab kalau Nan Yi masih terlalu muda, makanya tidak mengerti. Dia meninggalkan Nan Yi karena ayah Nan Yi mati muda dan tidak ada keluarga yang bisa membantunya. Jika dia membawa anak, dia tidak bisa mendapat pekerjaan. Dia bukannya nggak bisa hidup miskin, tapi dia tidak tega membiarkan Nan Yi hidup susah dengannya. Dia juga sadar, mau apapun alasannya, dia hanya meninggalkan luka dan kesedihan untuk Nan Yi. Dia menyesali keputusannya saat itu. Makanya, sikap Nan Yi saat ini, dia anggap sebagai hukuman untuknya. Akan tetapi, untuk kali ini saja, demi masa depan Nan Yi, dia ingin Nan Yi menerimanya.



Setelah mendengar cerita Ibu kandung Nan Yi, Tong Xi jadi iba. Dia merasa kasihan sama Nan Yi karena sekarang dia paham maksud dari komik Early Summer. Itu bercerita mengenai harapan Nan Yi bersama Ibunya. Meskipun dia masih nggak memahami keputusan Ibu Nan Yi, tapi melihat Ibu Nan Yi, dia sadar pada pengorbanan ibunya. Ibunya, seorang diri, pergi ke Dacheng membawanya yang masih bocil dan membesarkannya dengan baik.




Tong Xi juga mengirim pesan pada Nan Yi, kalau dia akan mendukung apapun keputusan Nan Yi. Dia akan memihak Nan Yi tanpa syarat. Nan Yi tidak membaca pesan Tong Xi karena ketiduran. Di dalam tidurnya, dia bermimpi. Saat dulu, dia mau menemui Tong Xi yang akan pindah, ayahnya menahannya untuk pergi dulu. Ayahnya memberitahu kalau Nan Yi masih mempunyai seorang Ibu. Ayah kandung Nan Yi meninggal muda saat Nan Yi lahir dan Ibu Nan Yi yang kesulitan, menitipkan Nan Yi pada mereka. Dan sekarang, Ibu Nan Yi ingin menjemputnya. Saat mendengar ucapan ayahnya, Nan Yi merasa kalau ibu dan ayahnya sekarang sudah tidak menginginkannya. Ayah menjelaskan kalau mereka bukan tidak menginginkan Nan Yi, hanya saja, jika Nan Yi ikut dengan Ibu kandungnya, hidupnya akan lebih baik.


Nan Yi nggak mau pergi dengan Ibunya. Dia merasa ibunya sudah membuangnya dan tidak pernah mengurusnya. Namun, jauh di dalam hati kecilnya, dia tetap merindukan Ibunya.


Mimpi itu membuat Nan Yi terjaga. Apalagi sudah banyak panggilan tidak terjawab dari Tong Xi. Tong Xi sangat khawatir karena Nan Yi tidak membalas pesannya dan tidak mengangkat telepon. Saking khawatirnya, dia sampai ke rumah Nan Yi dan nekat memanjat pagar. Jreng! Akhirnya, dia terjatuh dan Nan Yi yang mengobati lukanya.

Tong Xi jujur menceritakan pertemuannya kemarin dengan Ibu kandung Nan Yi. Dia ingin tahu, apakah Nan Yi membenci Ibunya? Nan Yi juga nggak tahu, hanya saja, dia tidak mau bertemu dengan Ibunya. Sudahlah, dia tidak mau membahasnya lagi.



Tapi, jawaban dari pertanyaan itu, terlihat dari coretan tangan Nan Yi. Saat membersihkan meja kerja Nan Yi, Tong Xi menemukan sketsa seorang anak kecil yang berlari bahagia menyongsong Ibunya. Diatas meja juga ada kertas berisi cara melakukan penggilingan warna alami.


Yi Ming dan Tao Zhu yang sudah tahu masalah Nan Yi, mengajak Tong Xi diskusi mencari cara untuk menghibur Nan Yi.

--





Hari ini, Tao Zhu harus menghabiskan waktu sendirian. Soalnya, Yi Ming akan pergi ke pasar malam dengan Jieping, sementara Tong Xi ada urusan dengan Nan Yi. Tong Xi membujuk Nan Yi untuk pulang ke rumahnya dan menemui orang tua asuhnya sebelum dia membuat keputusan. Dia bukannya tidak memihak Nan Yi, sebaliknya, dia akan selalu mendukung apapun keputusan Nan Yi. Hanya saja, dia ingin Nan Yi berbaikan dengan dirinya sendiri.

--


Epilog,

Nan Yi memberikan hadiah tanaman mint untuk orang tua asuhnya.