Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sinopsis C-Drama : Cute Programmer Episode 16

 


Sinopsis C-Drama : Cute Programmer Episode 16




Zi Tong menolak pulang dan ingin menunggu hingga Yi Cheng pulang karena ada yang ingin ditanyakannya. Yang membuatnya heran sekarang, kenapa Lu Li tidak menghubungi Yi Cheng untuk menanyakan keberadaannya dan kenapa belum pulang? Lu Li kesulitan menjawab pertanyaan itu karena dia dan Yi Cheng sudah memutuskan untuk tidak banyak tanya. Zi Tong bertanya lagi, apa Lu Li begitu percaya sama Yi Cheng? Lu Li menjawab kalau dia ingin mempercayai Yi Cheng. Takut kalau Zi Tong bertanya lagi, Lu Li langsung menyingkir dengan alasan ingin berberes. Dia kabur ke dalam kamar Yi Cheng dan melipat pakaian-pakaiannya yang diletakkannya di atas kasur Yi Cheng tadi.

--



Mari kita melihat masalah karakter lain. Zhang yang ditelepon oleh putrinya tadi ternyata pergi ke rumah sakit. Istrinya menjalani pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya, ditemukan tumor berukuran dua setengah kali dua senti. Istrinya mengindap kanker lambung. Dokter bilang kalau diobati sedini mungkin, istrinya akan bisa sehat. Pengobatan yang disarankan adalah bedah radikal, yaitu membuang tumor dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Namun, tidak ada jaminan kalau setelah operasi dia akan bisa sembuh total karena tergantung kemoterapi dan radioterapi pascaoperasi. Kemoterapinya juga akan butuh waktu hingga setengah tahun.


Dan untuk semua pengobatan itu, dia harus menyiapkan dana yang besar. Untuk operasi saja, dia butuh sekitar 200.000 yuan. Zhang tidak mempunyai uang sebanyak itu dan mulai menghubungi semua kenalan untuk meminjam uang. Raut wajahnya menunjukkan kalau dia sudah sangat kalut dengan masalah yang tiba-tiba muncul ini.

--



Lu Li sudah tertidur sambil menonton TV sementara Zi Tong masih terus terjaga. Begitu Yi Cheng kembali, dia langsung mengajaknya bicara di ruang tamu. Dia memberi tanda kalau Lu Li sudah tidur, jadi jangan bicara terlalu keras. Dia mau meminta penjelasan. Nggak perlu basa-basi. Hari ini, Yi Cheng bersama Li Man kan? Dia melihat mereka saat di mall. Kebetulan dia berbelanja dengan Lu Li hari ini. Dari reaksinya, Yi Cheng kelihatan cemas kalau Lu Li juga melihatnya bersama Li Man. Zi Tong memberitahu kalau Lu Li tidak melihat.


Mereka terus saja membicarakan hal itu tanpa menyadari kalau Lu Li sudah bangun. Lu Li mendengar semuanya tapi berpura-pura tetap tertidur. Dia mendengar Yi Cheng yang menceritakan sama Zi Tong kalau kejadian tiga tahun lalu bukan salah Li Man, tapi salah ayahnya. Intinya, Li Man tidak pernah mengkhianatinya.


Meski begitu, sekarang Yi Cheng sudah menikah. Jadi, sekarang dia akan gimana? Yi Cheng memarahinya untuk tidak menambah masalahnya. Yang pasti dia tidak akan menyelingkuhi Lu Li. Dia memaksa Zi Tong untuk pulang sekarang juga.




Setelah Zi Tong pergi, Lu Li berakting tidur. Dia tetap diam bahkan saat Yi Cheng menggendongnya ke dalam kamar dan menyelimutinya. Namun, begitu lampu dan pintu ditutup, Lu Li membuka matanya. Dia menangis. Hatinya sangat sakit. Namun, tidak ada satupun yang tahu betapa terlukanya hatinya.


Yi Cheng yang kembali ke kamar, mendapati baju-baju Lu Li yang terlipat di samping tempat tidurnya. Dia kelihatan memikirkan hubungannya. Dan di saat seperti itu, Li Man malah mengirim pesan dengan status sebagai teman, menanyakan apakah dia bisa kembali menjadi perwakilan EG. Yi Cheng yang selama ini sudah salah paham padanya dan merasa bersalah, menerimanya kembali menjadi perwakilan EG dan menyuruhnya datang ke perusahaan besok untuk tandatangan kontrak kerjasama.

--


Esok pagi,

Lu Li berusaha bersikap biasa saja. Dia juga sok bertanya, apakah Yi Cheng yang membawanya ke kamar kemarin? Yi Cheng dengan sok cuek menjawab kalau Lu Li tidak perlu merasa terharu, dia hanya sedang berbuat baik. Lu Li berterimakasih, tapi kemudian melanjutkan kalau Yi Cheng sudah melanggar peraturan karna masuk ke wilayah pribadi, yaitu kamar. Yi Cheng jadi kesal karena Lu Li malah menyerangnya.


Ya udah karena Lu Li membahas itu, bukankah Lu Li kemarin juga ke kamarnya dan memberantakkin kamarnya? Lu Li membela diri kalau itu demi agar kebohongan mereka tidak terekspos. Untuk kali ini, Yi Cheng mengalah dan mau menebus kesalahan. Apa yang Lu Li inginkan? Lu Li ingin Yi Cheng mentraktirnya makan malam di restoran Michelin waktu itu. Yi Cheng setuju dan menambahkan kalau lain kali Lu Li mau makan apa, bilang saja langsung karena dia juga bukan orang pelit.



Setelah tiba di kantor, Lu Li membagikan jeruk yang ditusuk dengan bendera berisi harapan sukses karena investor mereka akan datang hari ini. Dia juga menunjukkan perhatiannya dengan menanyakan keadaan Lei. Untunglah Lei bilang kalau gangguan kecemasannya sudah lebih baik. Dia juga menanyakan keadaan Zhang yang kemarin belum cepat. Dan Zhang berbohong kalau semua baik-baik saja.



Padahal sebenarnya Zhang sedang sangat kesulitan mengumpulkan koin. Teman-temannya pada tidak bisa meminjamkan uang sekarang karena sudah menginvestasikan uang mereka di saham dan bitcoin.



Lu Li hendak pergi ke ruangan Yi Cheng untuk memberikan jeruk, tapi Gu Mo muncul dan mengajaknya bicara. Lebih tepatnya, dia meminjam ponsel Lu Li untuk menelepon Xiaoqi. Dari kemarin, Xiaoqi sudah memblokir nomornya dan dia kesulitan menghubunginya. Dan benar saja, begitu dia menelepon menggunakan ponsel Lu Li, Xiaoqi langsung mengangkatnya. Tapi, begitu dia bicara, Xiaoqi langsung mematikan telepon.


Tidak perlu diceritakan juga, Lu Li sudah bisa tahu kalau mereka bertengkar. Lu Li jadi merasa kasihan karena Xiaoqi sepertinya beneran marah sama Gu Mo. Soalnya, orang yang terakhir Xiaoqi blokir nomornya, sudah tiga tahun tidak ada berhubungan dengannya lagi. Gu Mo masih merasa dia nggak salah karna dia hanya ingin membantu Xiaoqi memilih pasangan berkualitas.


Lu Li saja merasa kalau Gu Mo terlalu ikut campur, soalnya dia kan bukan kakak kandung Xiaoqi juga. Gu Mo masih membela diri kalau dia tumbuh besar bersama Xiaoqi, jadi dia paling memahaminya selain orang tua Xiaoqi. Dia tahu orang seperti apa yang cocok untuk Xiaoqi.

“Coba kau katakan, orang seperti apa yang cocok untuknya?”

“Pertama, paling tidak harus memahami dia, bisa menoleransi temperamennya, bisa merawatnya. Dia begitu cantik, kualitas pasangannya juga harus baik. Kemampuan ekonomi juga harus bagus.”

“Kau sedang merujuk pada dirimu sendiri kan?”

“Standar untuk menjadi pacarnya, paling tidak harus sepertiku.”


Ah, Lu Li sudah bisa menebak kalau Gu Mo menyukai Xiaoqi. Gu Mo membenarkan. Dia pun memberikan nasehat kalau Xiaoqi itu paling nggak suka orang lain ikut campur dalam kehidupannya. Dan jika Gu Mo terus seperti itu, itu hanya akan membuat Xiaoqi semakin menjauh. Pikirkanlah baik-baik, dia pergi dulu.



Yi Cheng yang tadi sempat melihat Lu Li pergi bersama Gu Mo, ternyata mengikutinya. Dia kelihatan cemburu. Namun, rasa cemburunya hilang saat Lu Li memberikannya jeruk yang ditempelkan gambar singa.




Berbanding terbalik dengan Yi Cheng yang bahagia mendapatkan jeruk darinya, Lu Li merasa tidak tenang saat tahu perwakilan EG yang datang untuk tandatangan kontrak adalah Li Man. Namun, dihadapan Li Man, dia berusaha keras untuk kelihatan biasa-biasa. Namun, gimana dia bisa tenang kalau semua anggota tim membahas mengenai Li Man yang menjadi perwakilan EG lagi padahal sebelumnya Yi Cheng mengusirnya. Mereka pasti jadi kepo dan bergosip kalau ada sesuatu.



Setelah masalah tiga tahun lalu selesai, hubungan Li Man dengan yang lain sedikit lebih baik daripada sebelumnya. Namun, Yi Cheng tetap menjaga jarak tertentu dengan Li Man. Begitu urusan pekerjaan selesai dan Li Man keluar dari ruangan, Yi Ming mulai menanyakan keteguhan hati Yi Cheng. Nantinya, Li Man akan sering berada di kantor mereka terkait kerja sama, apa Yi Cheng tidak akan merasakan apapun? Yi Cheng menjawab, ada. Yaitu perasaan bersalah karena sudah salah paham mengenai masalah tiga tahun lalu. Yi Ming jadi khawatir dan menanyakan lagi, dia tidak akan menebus rasa bersalah itu dengan perasaan, kan?


“Aku tidak punya kebiasaan seperti itu. Lagipula, sudah tiga tahun, perasaan itu sudah lama berubah.”

“Kau tidak khawatir kalau dia salah mengartikan rasa bersalahmu ini dan masih menaruh harapan padamu?”

“Kalau sebagai teman, aku bisa. Namun, mengenai perasaan lainnya, aku tidak bisa.”


Yi Ming lega mendengarnya. Dia memberikan satu nasehat pada Yi Cheng, jika melakukan sesuatu bersama mantan dia sebaiknya menjelaskan secara jelas pada Lu Li agar Lu Li tidak salah paham. Yi Cheng malah merasa kalau kekhawatiran Yi Ming pada Lu Li terlalu berlebihan. Yi Ming meluruskan, dia khawatir pada Yi Cheng dan Lu Li.



Amy yang sangat setia pada Li Man, tidak bisa menutupi rasa senangnya karena hubungan Li Man dengan Yi Cheng ada kemajuan. Li Man langsung menegurnya untuk tetap menjaga sikap karena mereka masih ada di perusahaan. Pembicaraan mereka terhenti karna Lu Li menemuinya dan mengajaknya untuk minum kopi bersama.



Di café,

Li Man terus saja mengungkit masa lalunya dengan Yi Cheng di depan Lu Li. Seperti selera kopinya mirip dengan Yi Cheng, suka kopi sedikit asam. Dan demi bisa membuat kopi yang sesuai dengan Yi Cheng, dia sampai mencari ahli kopi dan belajar selama satu bulan.  Lu Li tetap tenang dan menyuruh Li Man untuk tidak bertele-tele dengannya karena dia sudah tahu hubungan masa lalu mereka. Dia juga meluruskan agar Li Man tidak memanggilnya ‘nona Lu’ melainkan ‘Nyonya Jiang.’



Dasar jahat! Ekspresi dan cara bicara Li Man berubah 180 derajat. Dia mengejek Lu Li yang mendapatkan gelar ‘Nyonya Jiang’ dengan paksaan, jadi tidak perlu di pamerkan. Ketenangan Lu Li sedikit menghilang karena Li Man tahu masalah pernikahan paksa itu. Dengan nada yang tetap dijaga tenang, Lu Li menjawab kalau dia bukan sedang pamer melainkan mengatakan fakta.


Li Man tidak berhenti dan berujar seolah Lu Li mengira Yi Cheng bersedia menikahinya karena cinta. Jika dia kembali lebih awal, Lu Li tidak akan punya kesempatan. Lu Li membalas ucapannya, jika dia sungguh mengenal Yi Cheng, seharusnya dia tahu, meskipun dia tidak ada, tidak mungkin juga Li Man yang akan berada disisi Yi Cheng. Li Man tertawa sinis dan menyebut Lu Li begitu polos. Dia mulai memutar balikkan perkataan dan fakta seolah alasan Yi Cheng mau bekerja sama dengannya dan memanggilnya ke perusahaan karena yang dibutuhkan oleh Yi Cheng sekarang adalah dirinya.


Lu Li semakin merasa kecil dihadapan Li Man. Namun, tetap, dia berusaha kuat dan tegar. Dia menegaskan kalau dia tahu Li Man sangat hebat, namun, dia dan Yi Cheng adalah suami istri yang sah. Dan seharusnya Li Man tidak berpikiran menjadi orang ketiga, kan?

“Ah, tapi dalam hal asmara, kaulah orang ketiga di antara kami,” ujar Li Man, tanpa malu sedikitpun.

“Saat aku bersamanya, sama sekali tidak tahu tentang dirimu. Selain itu, kalian sudah putus tiga tahun. Masa lalu biarkan saja berlalu. Nona Li, kau seharusnya melihat ke depan.”

“Ucapan ini aku berikan juga padamu. Kau juga tahun, Yi Cheng menikahimu karena terpaksa. Sekarang aku sudah kembali. Aku yakin dia akan membuat keputusan yang tepat.”


Dari jawabannya, Lu Li bisa menyimpulkan kalau Li Man ingin merusak pernikahannya. Jadi, dia memperingati Li Man untuk tidak keterlaluan. Atau dia akan menggunakan jalur hukum untuk melindungi pernikahannya. Lu Li sudah hendak mengakhiri pertemuan, tapi Li Man malah membahas Yi Cheng yang meninggalkan rapat dan baru pulang larut malam. Apa Lu Li tidak mau tahu dia kemana?

“Kelihatannya kau tahu,” lanjut Li Man, melihat reaksi Lu Li. “Kau percaya atau tidak, kalau aku meneleponnya sekarang, dia akan segera datang kemari dan menemaniku seperti kemarin?”

“Dia sudah berjanji untuk makan malam bersamaku. Nona Li, dia tidak akan datang menemuimu.”

“Baiklah, kita lihat saja… di dalam hatinya, siapa yang lebih penting,” tantang Li Man.



Tanpa babibu, dia menelpon Yi Cheng dan bilang kalau ayahnya memintanya ke tempatnya malam ini. Apa dia bisa menemani? Dan jawabannya, ya. Li Man merasa sangat puas dan menatap Lu Li dengan tatapan penuh kemenangan. Harga diri Lu Li runtuh. Apalagi saat itu, Yi Cheng langsung mengiriminya pesan untuk membatalkan janji.


“Sekarang, kau seharusnya sudah jelas kan? Kau tidak bisa memakai pernikahan utnuk mengikat Yi Cheng di sisimu karena kau selamanya tidak akan bisa menggantikan posisiku di hatinya. Apabila kau mundur sekarang, mungkin kau tak akan kalah dengan menyedihkan.”

Puas menghina Lu Li, dia pergi begitu saja.


Jahat!!! Li Man menggunakan ayahnya untuk membohongi Yi Cheng dan Lu Li. Menciptakan jarak di antara keduanya. Seperti pesan Yi Ming, Yi Cheng seharusnya menjelaskan dengan jelas mengenai Li Man pada Lu Li.

--



Gu Mo tidak tahan lagi dan pergi ke rumah Xiaoqi. Begitu sampai, dia langsung memarahi Xiaoqi karena memakan makanan instan pedas. Xiaoqi nggak peduli dan mengusirnya. Dan meskipun dia mengigit Gu Mo, Gu Mo tetap tidak bergeming. Setelah Xiaoqi berteriak-teriak pada orang di depan toko hingga menarik perhatian, Gu Mo baru pergi. Perginya juga karena takut Xiaoqi mempermalukan diri sendiri. Dia juga pergi setelah meninggalkan barang-barangnya untuk Xiaoqi.

--



Yi Cheng yang tidak tahu sandiwara anak dan ayah itu, pergi menemui ayah Li Man. Dia menemani Li Man dan melindungi Li Man saat ayahnya hendak memukulnya. Dia juga mengancam akan melaporkan ayah Li Man terkait masalah tiga tahun lalu dan juga kekerasan terhadap Li Man jika dia masih terus mengganggu Li Man. Solusi yang ditawarkannya adalah Li Man akan mengirimkan tunjangan kepada ayahnya sebanyak 5.000 yuan setiap bulannya, tidak lebih. Dan jika dia terus menganggu, maka bersiap saja menjadi kriminal. Dia yang akan melaporkannya karena toh mereka orang asing.


Ayah Li Man yang ketakutan dengan ancaman setuju dan pergi setelah menerima kartu. Li Man mengucapkan terimakasih atas bantuannya. Yi Cheng menegaskan kalau ini adalah bentuk penebusannya karena sudah salah paham 3 tahun lalu. Dia hanya bisa membantu sampai disini saja. Li Man tetap berterimakasih dan bilang berterimakasih karena mereka masih bisa berteman. Yi Cheng tidak mau membahas banyak hal dan langsung pamit pergi.


Alasannya begitu terburu-buru mau pergi adalah karena dia masih ingin memenuhi janji pada Lu Li. Setelah Yi Cheng pergi, ayah Li Man kembali. Semua adalah akting. Dan imbalan dari akting itu adalah, Li Man memberikan uang yang dulu pernah ayahnya berikan untuk dia keluar negeri dan tambahan 100.000 yuan.

Ayahnya menerima kartu atm tersebut. Tapi, dia ingat pernah melihat Yi Cheng bersama seorang wanita di perusahaan. Dan dia merasa wanita itu adalah pacar Yi Cheng. Jika Li Man masih menyukai Yi Cheng, dia bisa membantu…


“Urusanku, kau tidak perlu ikut campur. Kelak, tidak peduli apapun yang terjadi, jangan pernah mendatangiku lagi. Aku dan kau, tidak punya hubungan apapun lagi.”

--



Lu Li masih sangat bersedih dan down setelah pertemuannya tadi dengan Li Man. Makanya, dia sampai tidak sadar kalau Yi Cheng pulang. Yi Cheng pulang dengan membawa makanan dari restoran Michelin. Makanan kesukaan Lu Li. Lu Li menolak makan dengan alasan sudah makan. Yi Cheng nggak memaksa dan bilang akan makan semuanya sendirian.

“Kau belum makan?” tanya Lu Li, penasaran.

“Bukankah sudah kubilang ada urusan, mana ada waktu untuk makan?”

“Bukannya kau dan Li Man…,” Lu Li langsung berhenti bicara.


Yi Cheng kaget. Kok Lu Li bisa tahu dia dengan Li Man? Lu Li menambahkan kalau dia juga tahu Yi Cheng dengan Li Man kemarin. Yi Cheng santai saja dan berkomentar kalau indera keenam wanita tidak boleh diremehkan. Lu Li menjawab kalau sejak Li Man muncul, Yi Cheng selalu bersikap aneh. Dan dengan kemampuan IQ nya yang normal dan logika, dia bisa menebak kalau ada sesuatu diantara mereka.


“Kalau kau begitu hebat, kau seharusnya tahu kalau sekarang aku dan dia tidak memiliki hubungan apapun.”

“Tidak punya hubungan tetapi pergi mendadak di tengah rapat? Tidak ada hubungan tetapi mengingkari janji denganku dan pergi menemuinya?” marah Lu Li.


Yi Cheng menjelaskan kalau Li Man ada masalah keluarga dan dia pergi membantu. Setelah menjelaskan, Yi Cheng baru sadar, apa Lu Li meminta penjelasan? Dia memang salah sudah ingkar janji, tapi kan dia udah beritahu sebelumnya. Dan juga, mereka sudah sepakat tidak akan mencampuri urusan pribadi masing-masing. Lu Li beralasan kalau hubungan Yi Cheng dan Li Man sudah tersebar di perusahaan sekarang dan semua orang mengira Yi Cheng berselingkuh darinya. Meskipun itu rumor palsu, apakah Yi Cheng bisa menghormatinya sebagai pasangannya?

“Aku mengerti. Begini saja, besok di perusahaan, aku akan memberitahu mereka.”

“Beri tahu apa?”

“Memberitahu mereka, kau memiliki topi warna apa saja kecuali topi warna hijau (*topi hijau : diselingkuhi).”

“Itu tidak perlu kau katakan. Aku bisa mengatakannya sendiri,” kesal Lu Li.

“Jadi, kau mau bagaimana?”

“Aku berharap kau ke depannya jangan bertemu dengan Li Man sendirian. Kelak, kalau mau bertemu dengannya, bawa aku juga.”


Yi Cheng setuju. Tanpa argumen sedikitpun. Lu Li jelas senang. Karena sudah senang, dia jadi ingin ikut makan. Yi Cheng nggak mau soalnya Lu Li sudah menolak tadi. Ya udah, Lu Li ambil saja sendiri. Yi Cheng tersenyum kecil melihat tingkahnya.

--




Setelah menyelesaikan kesalahpahaman kemarin, Yi Cheng mulai mengantar Lu Li sampai ke kantor. Dia tidak mau menyembunyikan hubungan mereka lagi. Sayangnya, selama mereka masih belum jujur pada perasaan masing-masing dan bersembunyi di balik kontrak pernikahan dan juga dengan masih adanya Li Man, akan selalu ada badai. Hari ini saja, Li Man menelepon Yi Cheng dan mengajaknya mengikuti konferensi bisnis untuk mencari koneksi. Yi Cheng menerima ajakannya itu karna dia memang sedari awal ada niat mengikuti konferensi. Li Man jelas senang dan malah meminta Yi Cheng memilihkan warna bajunya, pink atau biru. Yi Cheng nggak mau menjawab pertanyaan itu dan menyuruhnya menentukan sendiri. Setelah selesai teleponan dengan Yi Cheng, Li Man berujar pada diri sendiri kalau dia akan memakai baju warna biru, soalnya Yi Cheng pernah bilang dia cocok dengan warna biru.



Dan setelah mengakhiri telepon dengan Li Man, Yi Cheng langsung memanggil Lu Li. Anggota team langsung heboh karna mereka tiba-tiba mesra lagi. Yi Cheng mengajak Lu Li untuk ikut dengannya menghadiri konferensi bisnis. Bukankah Lu Li bilang jika Li Man mengajaknya, maka dia harus mengajak Lu Li. Lu Li tentu saja mau ikut. Dia langsung minta izin untuk pulang lebih awal mencari baju formal.


Yi Cheng menyuruh Lu Li untuk nanti memakai baju warna biru. Karena nanti dia akan memakai baju warna biru. Dan juga, dia suka warna biru.


Lu Li langsung menelpon Xiaoqi untuk meminjam baju formal berwarna biru. Xiaoqi yang sedang dipameran animasi, menyuruh Lu Li untuk ke rumahnya langsung dan mencari sendiri. Setelah mencari kesana kemari, dia akhirnya mendapakan baju formal berwarna biru. Setelah itu, dia langsung pulang ke rumah.



Yi Cheng juga sudah bersiap dan memanggil Lu Li untuk segera berangkat. Karena ini pertama kalinya dia mengikuti konferensi, Lu Li jadi berdandan secara berlebihan. Sangat berbeda dari sebelumnya. Yi Cheng sampai tercengang.


Tidak jarang, kita jelas-jelas tahun jawabannya, tetapi memilih diam, tidak membahasnya. Sebenarnya karena di dalam hati masih merasa, bisa ada kesempatan untuk membalikan keadaan.