Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sinopsis C- Movie : Lost Mind (2016) Part 2

 


Dokter : Anda melihat diri Anda seolah- olah itu orang lain dan kehilangan rasa realitas. Anda merasa menyendiri. Ini semua adalah gejala gangguan disosiatif. Jadi saya sarankan Anda mengurangi obat- obatan Anda sebelumnya.

Ai Qing menatap luka ditangannya, lalu menatap dirinya dicermin, lalu dia mengambil obat yang selama ini diminumnya. Dan dia meminum obat itu.

Saat Ai Qing sudah selesai mandi, Wei Wen mendekatinya dan ingin bermesraan dengannya. Dan Ai Qing membiarkan Wei Wen menyentuhnya sambil dia menekan luka dipergelangan tangannya.


Sebelum Wei Wen bisa melakukan lebih jauh, Ai Qing merasa dia ada mendengar suara Xin Xin. Jadi dia keluar dari kamar untuk memeriksa. Dan Wei Wen merasa sangat tidak puas sekali.

Ai Qing berjalan menuruni tangga dan pergi menuju ke kamar Xin Xin. Saat sampai dikamar Xin Xin, ternyata Xin Xin tidak ada. Diatas tempat tidur hanya ada bantal dan guling yang ditutupi dengan selimut.


Saat Ai Qing memeriksa, dia menemukan bahwa ternyata Xin Xin tidur didalam lemari baju. Dan Ai Qing pun mengendongnya ke tempat tidur serta menyelimuti nya. Lalu dia pergi.

Saat Ai Qing pergi, Xin Xin bangun dan membuka matanya.

Dihari pertama Xin Xin bersekolah, Zhao datang untuk melihat keadaannya. Xin Xin, malam pertamamu ditempat baru, oke? tanyanya dengan lembut dan perhatian kepada Xin Xin. Dan Xin Xin menganggukkan kepalanya.

Tentu saja, dia jauh lebih baik daripada dipanti asuhan! kata Nyonya Hong dengan bangga.

Hai, Xin Xin, selamat datang disekolah Wenxi Intl. Saya Huang Ling, wali kelasmu, sapa Huang Ling dengan ramah.


Kemudian Nyonya Hong berniat untuk menenami Xin Xin masuk ke sekolah, tapi seorang satpam menghentikan mereka. Lalu Huang Ling pun menjelaskan kepada Nyonya Hong bahwa demi keselamatan murid, maka hanya murid dan staf sekolah saja yang boleh masuk. Dan Nyonya Hong membalas bahwa dia adalah teman lama kepala sekolah disini.

Ma, tidak apa- apa. Ini untuk keselamatan anak- anak. Sekolah punya alasan, kata Ai Qing, membujuk Nyonya Hong.



Xin Xin, kamu gadis yang hebat, kan? Ikut denganku, kata Huang Ling sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya kepada Xin Xin.

Lalu Xin Xin pun memegang tangan Huang Ling dan mengikutinya masuk ke dalam area sekolah. Dan Zhao mengucapkan dah dah kepada Xin Xin.

Diruang staf. Lan Bin datang dan mengejutkan Huang Ling dari belakang. Dengan kesal, Huang Ling mengomelinya. Lalu Lan Bin memberikan segelas kopi kepada Huang Ling. Dan Huang Ling merasa curiga, kenapa Lan Bin tiba- tiba menjadi terlalu baik, dia yakin pasti ada sesuatu. Dan kecurigaannya benar.

Aku disini karena kasus lompat bunuh diri. Apakah kamu ingat kasus itu? tanya Lan Bin. Dan Huang Ling mengiyakan. Anak panti asuhan yang baru saja diangkat datang ke sekolahmu. Namanya Hong Xin Xin.

Bagaimana kamu tahu? tanya Huang Ling, terkejut.

Tolong! Untuk berita eklusifku, pinta Lan Bin.

Tidak bisa. Aku kan sudah bilang, sekolah ini sangat ketat, aku tidak ingin dipecat, tolak Huang Ling.


Ketika Xin Xin masuk ke dalam gedung sekolah, buku gambarnya dirampas dan lalu dia diejek. Kemudian buku gambarnya dirobek serta dilemparkan padanya. Dan Xin Xin hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya. Lalu satpam sekolah datang, dan anak- anak nakal tersebut langsung kabur.


Membuat masalah dihari pertama sekolah? Huh? Kembali ke kelasmu. Juga bersihkan sampahnya, kata si satpam, tanpa peduli sama sekali. Lalu dia pergi begitu saja.


Jam belajar. Huang Ling memberikan tugas kepada murid- murid untuk menulis sebuah karangan. Topiknya adalah potret keluarga. Dan mendengar itu, beberapa murid menyindir bahwa keluarga Xin Xin pasti hantu, karena gambar Xin Xin sangat jelek. Lalu mereka tertawa.

Bersikap baiklah pada Xin Xin, kata Huang Ling, memperingatkan.

Si satpam berdiri diatas atap dan merokok. Lalu tiba- tiba saja dari belakang seseorang mendorongnya.



Para murid yang berada didalam kelas langsung heboh, ketika melihat ada seseorang terjatuh dari jendela. Beberapa murid melihat keluar karena merasa penasaran, dan beberapa murid lagi merasa ketakutan dan memeluk Huang Ling. Sedangkan Xin Xin, dia bersikap cuek. Dia tetap duduk ditempatnya serta menggambar.

Ai Qing mencari- cari obatnya, tapi ternyata semua obatnya yang berada dirumah sudah habis. Dan diapun duduk termenung.


Saat makan malam, Xin Xin sibuk menggambar, dan melihat itu Wei Wen bertanya, apa itu. Lalu Xin Xin menjawab dengan singkat, Penjaga kampus.

Penjaga kampus? gumam Wei Wen, tidak mengerti dengan arti gambar Xin Xin. Ai Qing, ada yang terjadi disekolah hari ini? tanyanya.

Ketika saya pergi untuk menjemputnya, saya mendengar bahwa penjaga kampus jatuh dari atap dan mati seketika, jelas Ai Qing, menjawab.

Mengetahui apa yang terjadi, Wei Wen mengira kalau Xin Xin merasa takut, makanya Xin Xin menggambar penjaga kampus. Jadi dengan perhatian, dia mengajak Xin Xin untuk tidur bersama malam ini. Tapi Ai Qing langsung menghentikan Wei Wen, sebab mereka telah sepakat untuk tidak memanjakan anak. Namun Wei Wen merasa kalau ini tidak termaksud memanjakan anak. Lalu dia membujuk Xin Xin untuk makan. Tapi Xin Xin hanya diam saja dan terus mewarnai gambarnya.


Karena Wei Wen tidak bisa bersikap tegas kepada anak, maka Ai Qing pun menjadi orang tua yang harus bersikap tegas kepada anak. Xin Xin, jangan letakkan papan diatas meja, perintah Ai Qing. Dan Xin Xin mengabaikannya. Apakah kamu tidak dengar? Kamu tidak diajarkan sopan santun dipanti asuhan? tanyanya dengan sikap keras.

Tenang. Tidak perlu meninggikan suara mu, kata Wei Wen, menghentikan Ai Qing.


Tanpa mengatakan apapun, Xin Xin mengangkat buku gambarnya dan lalu tanpa sengaja dia menyenggol piring nasi diatas meja, sehingga piring nasi itu pecah. Melihat itu, Ai Qing teringat akan masa lalunya saat kecil dulu, saat dia dimarahi oleh Ibunya, karena dia tidak sengaja memecahkan piring. Dan tanpa sadar, Ai Qing pun memarahi Xin Xin seperti itu juga. Lalu Xin Xin pergi ke kamarnya dan tidak mau makan.

Apa yang kamu lakukan? Ini hanya makan malam, keluh Wei Wen, kesal kepada sikap Ai Qing. Lalu diapun berhenti makan dan pergi juga.

Ai Qing merasa menyesal dan terdiam.


Tengah malam. Ai Qing datang ke kamar Xin Xin dan menyelimuti Xin Xin. Lalu dia mendengar suara jendela yang terbuka karena angin, jadi diapun pergi dan menutup jendela tersebut.


Kemudian Ai Qing turun ke lantai satu, dan dia melihat ada cahaya didapur. Dia mengira orang yang berada didapur adalah Wei Wen, jadi dia memanggilnya, tapi dia tidak ada jawaban. Dan saat Ai Qing berjalan ke dapur, dia melihat bahwa ternyata orang yang berada disana adalah Xin Xin.


Didepan kulkas, Xin Xin berjongkok. Lalu saat Ai Qing mendekat, dia berbalik dan menatapnya dengan wajah dipenuhi darah dan seekor ikan mentah di tangannya.

Ai Qing tersentak dan terbangun dari mimpi buruknya. Dia berkeringat sangat banyak sekali. Lalu dia bangun dan berdiri didepan jendela, dia menatap pemandangan diluar untuk menenangkan dirinya.


Lan Bin merasa curiga kalau kematian si satpam bukanlah kecelakaan, jadi dia mengajak Huang Ling untuk menemaninya memeriksa atap sekolah. Dan Huang Ling menolak serta menyuruh Lan Bin untuk pergi saja, karena dia masih harus bekerja.


Huang Ling kemudian melihat Ai Qing yang datang untuk menjemput Xin Xin, dan dia mendekati Ai Qing serta mengobrol dengannya.

Apakah Xin Xin sudah bisa berbaur di dalam kelas dengan baik? tanya Ai Qing dengan ramah dan perhatian.

Dia baik- baik saja, tapi dia pendiam juga Xin Xin tidak terlalu memperhatikan kelas, malahan dia terkubur didalam gambarnya, jawab Huang Ling dengan jujur. Dan Ai Qing merasa khawatir. Tolong jangan khawatir, kata Huang Ling, menenangkan. Hanya saja ada beberapa siswa mereka mengolok- ngolok gambarnya. Namun anak- anak diusia seperti ini, mereka memang `derung agak kasar, jelasnya.


Nona Huang, siapapun yang menggertak Xin Xin, Anda harusnya menghukum mereka. Jika Anda tidak bisa melakukannya, saya akan memikirkan caranya sendiri, balas Ai Qing dengan sikap tegas.

Tepat disaat itu, Xin Xin keluar dari dalam sekolah dengan kepala tertunduk. Dan Ai Qing pun pamit kepada Huang Ling, serta membawa Xin Xin untuk pulang bersamanya.


Didalam mobil. Ai Qing mencoba berkomunikasi dengan Xin Xin, tapi saat dia berbicara ataupun bertanya, Xin Xin hanya diam saja dan fokus dalam menggambar.

Dirumah. Ai Qing melihat- lihat gambar Xin Xin yang ada dikamar. Setiap gambar Xin Xin berwarna hitam dan merah. Dan Ai Qing tidak mengerti arti gambar nya.


Lalu Ai Qing melihat lemari baju Xin Xin terbuka sedikit, dengan penasaran, diapun mendekati dan membuka lemari tersebut. Lalu disana dia menemukan, gambar dengan tulisan Penjaga kampus itu orang jahat. Melihat gambar itu, Ai Qing merasa ngeri dan jatuh terduduk dengan lemas ditempat tidur dibelakangnya.

Ai Qing kemudian kembali ke dalam kamar nya sendiri dan mencari- cari obatnya. Saat dia sudah menemukan botol obatnya, dia duduk dengan lemas dan menarik nafas dalam- dalam. Lalu tanpa sengaja botol obat yang dipegangnya jatuh dan mengelinding ke bawah tempat tidur.


Ai Qing pun lalu menunduk dan mengulurkan tangannya ke bawah tempat tidur untuk mengambil botol obatnya, dan disaat itu dia melihat wajah hantu yang sangat menakutkan sekali. Dan dengan ngeri, dia menjerit keras.